KEWASPADAAN STANDAR APAKAH PENTING BAGI KITA ?

Kewaspadaan standar merupakan sebuah standar pencegahan dan pengendalian infeksi. karna itu, pencegahan dan pengendalian infeksi ini perlu buatkan sebuah panduan standar. Dan, panduan tersebut telah diatur dalam peraturan mentri kesehatan Republik Indonesia Nomer 27 Tahun 2017.

A. Pahamilah Pentingnya Pencegahan ?

Pencegahan dan pengendalian Infeksi (PPI) merupakan dasar dalam menurunkan resiko penyebaran dan penularan organisme penyebab infeksi. dan penyebab infeksi dapat berasal dari mikroorganisme baik yang teridentifikasi maupun tidak teridentifikasi.

Sumber infeksi yang dapat menyebabkan penularan diantaranya adalah darah dan cairan tubuh, kotoran (tidak termasuk Keringat), luka terbuka atau selaput lendir dan peralatan atau item dalam lingkungan perawatan yang menyebabkan terkontaminasi (Wiggleswort, 2014)

Jadi, pemahaman terhadap sumber, infeksi, cara pencegahan dan strategi yang dibutuhkan. Sangat berperan penting mendukung usaha m enurunkan angka infeksi.

Definisi

Dalam dokumen Permenkes RI Nomer 27 Tahun 2017. Mendefinisikan Kewaspadaan Standar sebagai kewaspadaan yang utama, dirancang untuk diterapkan secara rutin dalam perawatan seluruh pasien di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, baik yang telah didiagnosis, diduga terinfeksi atau kolonisasi. Diterapkan untuk mencegah transmisi silang sebelum pasien didiagnosis, sebelum adanya hasil pemeriksaan laboratorium dan setelah pasien didiagnosis. Tenaga kesehatan seperti petugas laboratorium, rumah tangga, CSSD, pembuang sampah dan lainnya juga berisiko besar terinfeksi.

Bila menelaah lebih dalam definisi kewaspadaan standar. Ini menjadi tugas penting bagi tenaga kesehatan dalam melaksanakan pencegahan infeksi. oleh sebab itu, sebagai tenaga kesehatan perlu memahami dan patuh dalam melaksanakan kewaspadaan standar.

Selanjutnya, petugas kesehatan memiliki peran besar menindak lanjuti berbagai macam aplikasi dan strategi penerapan kewaspadaan standar

Apa saja isi dalam Kewaspadaan standar itu ?

Terdapat 11 Komponen utama yang perlu dipahami, dimplementasikan dan dipatuhi petugas kesehatan terkiat Kewaspadaan standar yang telah di rekomendasikan oleh CDC dan HICPAC pada tahun 2007. meski begitu banyak poin yang harus di terapkan. namun, bukan menjadi halangngan untuk terus memberikan pelayanan terbaik. sebagai berikut :

  1. Kebersihan tangan
  2. Alat Pelindung Diri (APD),
  3. Dekontaminasi peralatan perawatan pasien
  4. Kesehatan lingkungan
  5. Pengelolaan limbah
  6. Penatalaksanaan linen
  7. Perlindungan kesehatan petugas
  8. Penempatan pasien
  9. Hygiene respirasi/etika batuk dan bersin
  10. Praktik menyuntik yang aman
  11. Praktik lumbal pungsi yang aman

Bagaimana sebagai tenaga kesehatan dapat melaksanakan 11 komponen kewaspadaan standar. Tentunya di butuhkan kerja keras dan tim yang baik melaksankan pengendalian dan pencegaahan infeksi (PPI)

Kebersiahan Tangan

Kebersiahan tangan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu memcuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mencuci tangan dengan alkohol (alcohol based handrubs)

Kapan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan kapan menggunkan alkohol ?

Ketika tangan terlihat kotor, terpapar cairan tubuh dan ketika tanagan beralih dari area tubuh yang terkontaminasi ke area yang bersih lakukan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 40-60 detik. Bila tangan tidak terlihat kotor mencuci tangan dengan gunakan alkohol berbasis handrubs selama 30-40 detik. dan perhatikan kuku harus selalu bersih, tidak menggunakan kuku palsu, dan tidak menggunakan perhiasan seperti jam tangan, cincin dan asesoris lain nya di tangan.

Apa Indikasi melakukan kebersiahan tangan ?

  • Sebelum Kontak denagan pasien
  • Sebelum tindakan aseptik
  • Setelah kontak dengan cairan tubuh seperti darah, urine dan lainya
  • Setelah kontak dengan pasien
  • Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien
kewaspadaan standar

Tips Memilih Antiseptik

Memilih anti septik yang tepat perlu di lakukan berikut kriteria mepilihan :

  • Gunkan antiseptik yang memiliki efect luas, menghambat atau merusak gram positif dan gram negatif, virus,bacillus, lipofilik, tuberculosis funggi dan endospora
  • perhatikan efektifitasnya
  • Kecepatan efektifitas awal
  • Aman di kulit tidak menyebabkan iritasi
  • Efek residu, aksi yang lama setelah pemakaian untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme
  • Tidak menyebabkan alergi

Cek cara webinar ter dekat faste di sini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *